|
Mengembalikan keseimbangan lahan pertanian / perkebunan |
|
Kunci kesuburan tanah adalah terciptanya keseimbangan antara fisika ,kimia,dan biologi tanah .
Sayangnya saat ini, kebanyakan pertanian Indonesia hanya memperhatikan atau mementingkan dua unsur saja yaitu fisika ( dibajak , dicangkul , digmburkan ) dan kimia ( diberi pupuk kimia untuk menambah hara makro maupun mikro . Sedangkan unsur biologisnya terlupakan.
Akibat ketidakseimbangan ini maka yang terjadi adalah :
- Struktur tanah menjadi keras.
- Kemampuan tanah untuk mengikat air semakin berkurang.
- Matinya / berkurangnya mikroba – mikroba yang berguna untuk menguraikan unsur hara ( N,P,K,dll ) yang terdapat di dalam tanah, menjadi senyawa yang mudah diserap oleh tanaman.
Dengan kata lain yang terjadi adalah, lahan semakin lama semakin tidak subur dan produktifitas merosot dari tahun ke tahun. Untuk mengembalikan kesuburan tanah, maka tidak ada jalan lain kecuali mengembalikankeseimbangan tanah dengan memberikan perhatian kepada unsur biologi tanah yang sempat dilupakan orang.
Solusi untuk lahan pertanian / perkebunan
Memperkenalkan pupuk hayati ( Biologi ) Golden Harvest untuk menjawab masalah pertanian /perkebunan saat ini .
Dengan Golden Harvest bebagai masalah pertanian akan teratasi, karena ;
- Dengan penggunaan Golden Harvest,anda bisa menghemat pemakaian pupuk kandang dan pupuk kimia sampai 50 %. Artinya anda menghemat biaya operasional dan juga mengatasi masalah pupuk kimia yang sulit didapat .
- Dengan penggunaan pupuk hayati Golden Harvest, hasil produksi bisa meningkat 20 % s.d 40 %. Artinya penghematan biaya tidak menurunkan produktifitas. Jadi anda hemat biaya dan mendapatkan penghasilan lebih, dengan kata lain pemakaian Golden Harvest akan memberikan keuntungan ganda.
- Dengan penggunaan Golden Harvest, lahan semakin lama semakin subur. Mikro biologi dalam Golden Harvest bisa membantu memperbaiki sifat fisik, kimia adan biologi tanah, sehingga tanah semakin lama semakin subur.
Selain itu mikro organisme dalam Golden harvest juga bisa mengurangi atau menetralisir sisa peptisida dalam tanah, serta menekan mikro organisme yang merugikan . |
|